ATASI HOAX DI MEDIA PADA ERA PEMILU

Pemberitaan sebuah berita di suatu negara ataupun instansi menjadi suatu hal yang penting. Berita dapat dimaknai sebagai suatu pedang tetapi berita juga dapat dianggap sebagai suatu bunga mawar yang wangi, tergantung dari apa, siapa dan bagaimana berita itu tersaji.

Rabu, 6 September 2023, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi menggelar kuliah umum dengan mengangkat tema “MEDIA, HOAKS DAN PEMILU”. Kuliah umum ini berlokasi di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dan dihadiri oleh beberapa tokoh pembicara yaitu Dr. Agus Triyono selaku Dosen Ilmu Komunikasi UDINUS dan Relawan Mafindo Salatiga, Erika Rosemary selaku Community Manager VOA Indonesia, Dayusman Yunus selaku Koordiv. Sdm Organisasi Diklat Datin Bawaslu Salatiga, dan Joan Natanael selaku Mahasiswa Ilkom 2021 UKSW dan sekaligus Content Creator & Social Media Specialist.

Kuliah umum yang berlangsung selama dua jam ini, cukup memberikan insight yang lebih bagi para mahasiswa dalam bermedsos serta bekal untuk menjadi pemilih yang cerdas.

Dalam sesi nya, ibu Erika Rosemary menerangkan bahwa dalam pemberitaan berita selama pemilu yang dilakukan oleh beliau bersama dengan tim VOA salah satu nya ketika pemilu di Amerika, bagi mereka ada  hal penting yang perlu menjadi perhatian yaitu memberikan informasi yang berguna serta menarik, lalu yang terpenting ialah memperhatikan tentang hubungan yang terjalin antara Amerika dengan Indonesia. Disamping itu juga pemberitaan berita tersebut harus bisa melihat sasaran siapa yang dituju oleh media tersebut dalam pemberitaan berita – berita nya, salah satu nya ialah kalangan remaja.

Kemudian yang menjadi topik menarik disini ialah ketika media memiliki kewajiban secara tidak langsung untuk dapat membungkus berita yang mungkin topik pembahasan itu sebenarnya membosankan dan hal yang jenuh bagi para pembaca.

Studium Generale ini juga bekerja sama dengan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) sebagai organisasi periksa fakta berbasis relawan, secara Hoaks sangat marak terjadi di era Pemilu ini apalagi di masa media sosial. Mafindo membagikan tips menangkal hoaks ala Mafindo yang disampaikan oleh Dr. Agus Triyono sebagai Litbang Mafindo dan Dosen Udinus. Ada 3 rekomendasi Mafindo: Yang pertama adalah Strategi Prebunking yaitu membekali masyarakat agar berpikir kritis, memilah informasi, dan menyikapi dengan bijak. Kedua adalah Perbaikan Mekanisme dengan deteksi segera, respons cepat, dan respons tepat terhadap hoaks. Ketiga yaitu Kolaborasi Lawan Hoaks bersama komunitas cek fakta, segmen masyarakat, kolaborasi kampanye publik dan deteksi dini, dan kolaborasi surveillance dengan pengawasan grup-grup WhatsApp, closed group, dll.  Terakhir adalah Advokasi Platform Digital yaitu menghapus postingan bermasalah dan Advokasi KPU yaitu membuka laman khusus untuk laporan dan aduan hoaks.

Berkaitan dengan salah satu dari unsur tema yang diangkat dalam Studium  Generale ini yaitu Pemilu, Bapak Lukman Fahmi sebagai anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk menangkal penyebaran berita hoaks dan tips menjadi pemilih yang cerdas. Bapak Lukman menerangkan bahwa hoaks disebabkan karena kurangnya literasi baca berita di media sosial. Kemudian cara menangkal penyebaran berita hoaks yang disampaikan adalah dengan cek kebenaran, jangan mudah terpengaruh, teliti dan amati, dan periksa fakta sumber berita. Ada pula tips menjadi pemilih yang cerdas antara lain pelajari rekam jejak calon

pemimpin negara, lihat bagaimana beliau di masyarakat, cek probibilitasnya, dan pantau visi dan misinya.

Sudut pandang anak muda sebagai penerus rantai estafet kehidupan pemilu negara, penggunaan media, dan upaya mengurangi hoaks juga dilibatkan dalam Studium Generale ini dengan menghadirkan narasumber dari kalangan mahasiswa yaitu Joan Natanael. Joan menggarisbawahi tentang kurangnya literasi digital di Indonesia yang hanya sebanyak 62%, dimana rata-rata angka literasi digital di Asia adalah 70%. Hal ini juga yang menjadi penyebab masih banyaknya hoaks yang terjadi di Indonesia. Maka kita harus selalu lihat fakta dulu baru sebelum kita berbicara di media sosial. (Febe_TimJurnalis/Sen_Adminwebsite)


Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp