Menjelaskan
Urgensi Isu Pangan melalui Webinar “Food
Waste, Hunger, and Food Sovereignity : An International Relations Perspective”
Fakultas
Ilmu Sosial dan Komunikasi (FISKOM) bekerja sama dengan DamoGo, Koalisi Rakyat
untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dan The Tamborae
Institute mengadakan webinar yang bertajuk “Food Waste, Hunger, and Food Sovereignity : An International Relations
Perspective”. Webinar yang diadakan pada 1 April 2021 ini merupakan bagian
dari rangkaian Dies Natalis FISKOM UKSW ke-21. Dalam webinar ini FISKOM yang
bekerja sama dengan DamoGo, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dan The Tamborae Institute, turut mengundang
Bapak Suryo Sakti Hadiwijoyo, S. SI., MH, Bapak Muhammad Farras, dan Bapak
David Ardhian, S.Agr, M.Agr sebagai narasumber serta Bapak Triesanto Romulo
Simanjuntak, S.IP., MA. sebagai moderator acara.
Kegiatan
webinar dibuka dengan sambutan yang diberikan oleh masing-masing perwakilan
lembaga. Sambutan pertama diberikan oleh
Joan Anindya Wardhani, sebagai ketua panitia webinar yang kemudian
dilanjutkan oleh Drs. Wisnu T. Hanggoro, MWS, MPhill.F., sebagai perwakilan
dari The Tamborae Institute, lalu
dilanjutkan oleh Bapak Said Abdullah, sebagai perwakilan dari KRKP, dan
terakhir oleh Bapak Christian H.J. de Fretes, S.IP., MA., sebagai perwakilan
dari program studi Hubungan Internasional yang juga secara resmi membuka acara
webinar. Dalam sambutan yang diberikan, masing-masing perwakilan lembaga mengungkapkan
harapannya agar webinar ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang dilakukan oleh
FISKOM bersama dengan lembaga-lembaga yang berpartisipasi di dalamnya.
Diskusi
berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan dihadiri oleh 350 orang peserta yang
berasal dari seluruh Indonesia. Dalam diskusi ini, ketiga pembicara berusaha
untuk menjelaskan isu pangan berdasarkan perspektifnya masing-masing. Bapak
Suryo misalnya, berusaha untuk menjelaskan isu pangan dari sudut pandang
Hubungan Internasional, yakni melalui SDGs (Sustainable
Development Goals), lalu Bapak Farras yang menjelaskan isu pangan dari sisi
fenomena Food Waste, dan Bapak David
yang menjelaskan isu pangan dari sudut pandang gagasan Gerakan Kedaulatan
Pangan untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan.
Pada
akhir webinar, dibuka sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya
pada para narasumber. Para peserta terlihat sangat antusias dalam memberikan
pertanyaan sekaligus membuka diskusi dengan para narasumber. Antusias para
peserta dalam sesi tanya jawab juga semakin meningkat karena terdapat doorprizes yang disediakan bagi 5 orang penanya yang beruntung. Kegiatan
webinar ditutup dengan pembacaan Deklarasi Salatiga untuk Pangan serta
pemberian sertifikat bagi para narasumber dan moderator acara.