Badan Perencanaan, Penelitian dan
Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada dosen
dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Universitas
Kristen Satya Wacana (UKSW), Selasa (24/01/2023). Penghargaan ini diberikan
sebagai apresiasi atas kontribusi dalam upaya pencegahanan stunting.
Dalam pertemuan di ruang rapat
FISKOM, Kepala Bidang Perencanaan Kesejahteraan Rakyat Armita Devi Latifardani,
S.E., mengapresiasi kontribusi dosen dan mahasiswa FISKOM UKSW terkait
penyusunan Policy Brief Pencegahan Stunting di tujuh kelurahan di Kota
Salatiga. “Kerja sama BAPPEDA dan FISKOM kali ini melalui Mata Kuliah Advokasi,
Mediasi, dan Negosiasi pada Semester Ganjil Tahun 2022/2023 kemarin. Dari mata
kuliah tersebut kami sangat banyak dibantu untuk memotret kondisi masyarakat
khususnya terkait kasus stunting di
tujuh kelurahan,” imbuhnya.

Kolaborasi dalam
pencegahan kasus stunting di kota Salatiga, dijelaskan
Armita bukan kali pertama pihaknya bekerja sama dengan FISKOM. Namun kolaborasi
kali ini cukup berbeda karena dihasilkan Policy
Brief Pencegahan Stunting.
Menurutnya, sinergi yang terbangun diharapkan dapat menjadi salah satu solusi
untuk menyelesaikan kasus stunting
sekaligus sebagai bentuk upaya membangun kota Salatiga.
“Kami berharap dengan
keterlibatan mahasiswa dalam proyek pencegahan stunting di tujuh kelurahan tersebut dapat membuat mereka semakin
sadar bahayanya. Ke depan, mereka juga dapat menjadi agen perubahan upaya
pencegahan stunting,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan
FISKOM sekaligus pengampu mata kuliah Advokasi, Mediasi, dan Negosiasi, Drs.
Daru Purnomo, M.Si., menyebut kolaborasi ini dirancang sebagai bentuk
kontribusi FISKOM dalam percepatan penurunan angka stunting. Oleh sebab itu, melalui mata kuliah yang didukung dengan
kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Daru Purnomo mengajak
mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata.
Hasilkan
Policy Brief
“Kami menerjunkan 43 mahasiswa di
bawah arahan BAPPEDA ke tujuh kelurahan yakni Randuacir, Tingkir Lor,
Blotongan, Kauman Kidul, Kumpulrejo, Noborejo, dan Kecandran untuk melihat
lebih dekat kasus stunting yang
terjadi selama satu semester. Dari situ dihasilkan Policy Brief yang kemudian pada saat diseminasi disaksikan oleh
pihak kelurahan. Harapannya hal tersebut dapat menjadi salah satu pedoman
penurunan angka stunting sesuai
dengan arahan Pj Walikota Salatiga pada
tahun 2024 mencapai nol persen,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya,
masing-masing kelompok juga ditantang oleh BAPPEDA untuk membuat video
pencegahan stunting. Dari tujuh
kelompok telah terpilih tiga kelompok dengan video terbaik.
“Kami sangat mengapresiasi
penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pengakuan bahwa apa yang dilakukan
oleh rekan mahasiswa bukan semata melengkapi tugas kuliah tapi hasilnya dapat
berguna bagi masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan dukungan dalam
pembangunan kota Salatiga,” imbuhnya.
Ditemui usai acara, Rr. Sri
Rejeki Anggraeni Kartodinoto, salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam
kegiatan ini merasa sangat bersyukur karena banyak manfaat yang diperoleh.
Salah satunya disebutkan oleh mahasiswi Program Studi Sosiologi Angkatan 2020
ini jika dirinya kini menjadi tahu sejumlah cara mencegah stunting.
“Seperti dalam video pencegahan
yang saya susun bersama rekan satu tim, kami fokus dengan pencegahan sejak usia
remaja. Akan lebih baik jika generasi muda sudah paham bahaya stunting dan mempersiapkan rencana
pernikahan dengan matang,” ujar gadis yang akrab disapa Anggi ini.
Salam Satu Hati UKSW!
(uksw/cis)